15 Juni 2026 - 19:46
Sardar Javani: Senjata Terkuat Iran adalah “Allahu Akbar”; Iran Kini Dipandang sebagai Kekuatan Keempat Dunia

Wakil Politik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Sardar Yadollah Javani, menegaskan bahwa kekuatan utama Iran tidak terletak pada persenjataan militernya, melainkan pada keimanan rakyat dan semboyan “Allahu Akbar”.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Wakil Politik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Sardar Yadollah Javani, menegaskan bahwa kekuatan utama Iran tidak terletak pada persenjataan militernya, melainkan pada keimanan rakyat dan semboyan “Allahu Akbar”. Menurutnya, musuh memulai perang dengan keyakinan bahwa Iran akan segera menyerah, namun pada akhirnya justru terpaksa menerima bahwa Iranlah yang menentukan syarat-syarat berakhirnya perang.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Kongres Ketiga Para Komandan, Perwira, dan 316 Syuhada Kabupaten Qaenat.

Javani mengatakan bahwa rakyat Iran adalah pengikut mazhab Imam Husain a.s. dan memiliki tradisi panjang pengorbanan serta perlawanan. Karena itu, jika musuh benar-benar memahami karakter bangsa Iran, mereka tidak akan berani memaksakan berbagai peperangan terhadap negara ini selama beberapa dekade terakhir.

Ia menambahkan bahwa Revolusi Islam telah mengeluarkan Iran dari dominasi Amerika Serikat dan mengubah peta kekuatan global. Sejak kemenangan revolusi, menurutnya, berbagai konspirasi dan perang dilancarkan untuk menghentikan laju Republik Islam.

“Allahu Akbar” adalah Senjata Utama Iran

Javani menegaskan: “Senjata paling unggul Iran bukan hanya peralatan militer, tetapi iman dan semboyan ‘Allahu Akbar’ yang bersandar pada kekuatan Ilahi.”

Menurutnya, Amerika Serikat dan sekutunya memulai perang dengan asumsi bahwa Iran akan menyerah dalam waktu singkat dan bahwa gejolak internal akan melemahkan negara tersebut. Namun kenyataan di lapangan berbeda.

Ia menyebut bahwa bahkan Donald Trump sebelumnya mengira dapat memaksa Iran tunduk dalam waktu singkat, tetapi pada akhirnya harus mengakui bahwa Iran berada dalam posisi menentukan syarat-syarat penghentian perang.

Iran Semakin Kuat

Javani juga menyatakan bahwa serangan terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan dan penguasaan strategis Iran atas Selat Hormuz merupakan hasil dari keteguhan rakyat Iran.

Menurutnya, banyak analis internasional kini berpendapat bahwa Republik Islam tidak melemah akibat konflik yang terjadi, tetapi justru menjadi lebih kuat.

Ia mengklaim bahwa: “Saat ini Iran dipandang sebagai kekuatan keempat dunia.”

Selat Hormuz dan Teluk Persia

Dalam bagian lain pidatonya, Javani menegaskan bahwa Amerika, Eropa, dan negara-negara kawasan harus memahami bahwa masa depan Selat Hormuz dan Teluk Persia akan berada di bawah tata kelola dan pengaturan yang ditentukan Iran.

Ia menyatakan bahwa era dominasi dan eksploitasi kekuatan asing atas kawasan tersebut telah berakhir.

Javani juga menekankan bahwa diplomasi dan kekuatan militer Iran bergerak dalam satu arah yang sama, yaitu untuk menjamin hak-hak dan kepentingan nasional rakyat Iran.

Versi Singkat

Sardar Yadollah Javani, Wakil Politik IRGC, menyatakan bahwa kekuatan utama Iran bukan terletak pada persenjataan, tetapi pada iman rakyat dan semboyan “Allahu Akbar”. Ia menilai musuh memulai perang dengan harapan Iran akan segera menyerah, namun akhirnya Iran justru berada pada posisi menentukan syarat-syarat penghentian konflik.

Menurutnya, Iran tidak melemah akibat perang, melainkan semakin kuat, hingga kini oleh sebagian analis disebut sebagai kekuatan keempat dunia. Ia juga menegaskan bahwa masa depan Selat Hormuz dan Teluk Persia akan ditentukan oleh tatanan yang dipimpin Iran, sementara diplomasi dan kekuatan militernya sama-sama diarahkan untuk melindungi kepentingan nasional negara tersebut.

Your Comment

You are replying to: .
captcha